Laman

Ahlan Wa Sahlan di blog Pelajar Persis.
Semoga Blog ini menjadi wahana silaturahmi dan silatufikri Pelajar Persis Indonesia.
Semua Pelajar Persis di Semua lembaga pendidikan Persis diperbolehkan untuk mengisi blog ini dengan tulisan, kesan, pesan dan gagasan untuk kemajuan Pelajar Persis.

Senin, 30 Agustus 2010

RG-UG: MAU DIBAWA KEMANA?

(Sebuah Refleksi Tentang ARMADA Masa Depan Persis)

 

Pengakuan terhadap eksistensi rg-ug telah datang dari berbagai unsur jamiyah Persis. Sebagai organisasi santri intra pesantren, rg-ug menjadi tonggak perjuangan awal kaum terpelajar persis. Rg-ug mempunyai kekuatan historis yang tidak mungkin begitu saja terlupakan. Sejak tahun 1943 rg-ug didirikan, dua tahun lebih muda dari usia republik ini. Jika kita meriview kembali perjalanan panjang santri-santri pewaris estapet perjuangan persis ini, maka sungguh akan kita temukan betapa besarnya kontribusi rg-ug dalam pembangunan ruhul jihad generasi-generasi persis yang tersebar di empat otonom; pemuda, pemudi, hima dan himi persis.

 

Sebagai gerbang menuju kader-kader ummat, rg-ug telah sangat ideal waktu itu. rg-ug menjelma menjadi organisasi pelajar yang meretorika-kan diri sebagai wadah efektif kaderisasi persis kala itu. Dengan semboyan visionernya "Syubbanul Yaum Rijalul Ghad Wa Banatul Yaum Ummahatul Ghad" rg-ug telah mampu menghadirkan semangat mujahid, mujadid dan mujtahid dalam ranah perjuangan kaum muda Persis. Simbolitas-simbolitas keorganisasiannya begitu kuat, bola dunia hitam sebagai logo, "Hayatuna Kulluha Ibadah" sebagai landasan, surat Al Furqan (63) sebagai spirit, serta himne-himne perjuangannya. Rg-ug adalah rahim yang senantiasa melahirkan arsitek-arsitek persis yang hebat. Arsitek-arsitek itulah yang kemudian hari membangun jamiyyah ini.

 

Kultur positif inilah yang menjadi identitas asli rg-ug. Kiprah rg-ug sebagai organisasi yang bertujuan melahirkan bapak-bapak dan ibu-ibu (baca: pemimpin-pemimpin) masa depan ini tidak pernah surut. Rg-ug senantiasa berada di gerbong paling depan jamiyah ini, menemani perjalanan dakwah sang lokomotifnya (baca: Persis). Rg-ug dengan konteks Ar Rasikhuna Fil Ilmi "totalitas ilmu" nya mampu menjadi generasi Ibnu Abbas sang ulama muda. Dengan spirit jihadnya sanggup menjadi penerus Usamah sebagai panglima muda Islam. Sehingga tidak berlebihan jika rg-ug disebut sebagai benteng pertama dan utama jamiyyah ini. Mengenai "aturan main" berorganisasi, rg-ug diatur dalam Qanun asasi dan dakhli yang disusun tahun 1996 dalam musyawarah rg-ug se-nasional di Pesantren Persis 67 Benda yang masih menjadi pegangan sebagian rg-ug hingga saat ini.

 

Jika dapat dihitung secara pasti, maka rg-ug akan unggul secara kuantitas. Artinya, rg-ug sebagai sebuah lumbung kader-kader yang potensial. Tersebar di lebih dari dua ratus pesantren persis se-Indonesia, dari Serang, Matraman, Algifari, Pajagalan, Tarogong, Benda, Magetan, Bangil hingga Sepaken, bahkan hingga ke Alor. Setiap tahunnya, lebih kurang enam ribu alumnus rg-ug dilepas ke kehidupan realitas jamaah. Jika berhasil di rg-ug nya, mereka dengan ilmunya akan menjadi mercusuar ummat. Namun jika sebaliknya, tidak menutup kemungkinan mereka hanya sebatas menjadi inang jam`iyyah. Di zaman ini. dengan segala tantanganya, rg-ug di pesantren-pesantren persis seluruh Indonesia sudah tidak mampu lagi melaksanakan tugas sebagai center forming of cadres. Rg-ug sekarang cenderung mandul dan hanya sekedar menjadi pemanis kegiatan-kegitan otonom-otonom persis. Jarang ditemui, rg-ug yang memahami, mencintai, dan merasa memiliki jam`iyyah ini. Sebuah ironi yang nyata-nyata terjadi di berbagai daerah.

 

Kemudian ketidakberdayaan rg-ug dengan berbagai alasan, telah sampai pada sebuah titik terendah perjuangan "totalitas ilmu". ini kita sadari sebagai sebuah akibat lemahnya bimbingan defensif dari lembaga pendidikan persis itu sendiri atau "yang memegang kebijakan pendidikan persis". Santri tidak dipersiapkan menghadapi zaman dan segala tantanganya. Hal ini menuntut kita berintropeksi untuk menyusun sebuah rencana "nyata" bagaimana membina kembali rg-ug menjadi kader-kader ummat. Secara faktual, rg-ug di berbagai pesantren telah terlelap dalam gelimang kemajuan zaman, teknologi dan pergaulan. Mereka menjadi manusia-manusia yang hedonis materialistis. Jika bukan dengan organisasi yang kuat, maka rg-ug sebagai janin jama`ah bukan tidak mungkin akan mengalami keguguran sebelum lahir ke realitas perjuangan jam`iyyah. Atas pemikiran itu, kita telah sampai pada sebuah hipotesa penting bahwa perlu adanya wadah yang efektif dalam kerangka kaderisasi di rg-ug. Sebuah organisasi yang mengakomodir gerakan kaderisasi jam`iyyah. Organisasi ini membidik seluruh rg-ug dan pelajar persis tak terkecuali.

 

Pelajar Nahdhatul Ulama dan Pelajar Muhammadiyah telah sejak lama sekali sampai pada tahap aksi di tataran nasional dalam hal pengkaderan dan kontribusinya terhadap masyarakat. Jika menyentuh ego santri persis, ini akan menjadi ketidak percayaan diri pelajar persis yang berujung pada keengganan mereka untuk ber-rg dan ber-ug. Ini dengan gamblang menunjukan betapa lemah dan tumpulnya pola kaderisasi kita, pola bimbingan kita, pola berpikir kita, pola pendidikan kita bahkan pola berjam`iyyah kita. Perlu diingat, santri persis sekarang telah mempunyai mata, telinga, dan rasa sehingga mereka melek terhadap perkembangan pemikiran. Jika tidak diarahkan melalui organisasi yang kuat, mereka akan keluar dari koridor pemikiran "totalitas ilmu", sehingga menjadi sulit mewujudkan generasi Tafaqquh Fid Din seperti apa yang diharapkan selama ini.

 

Wacana berhimpun yang muncul pada Silaturahmi Nasional Santri Persis pertama di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta tahun 2005 silam adalah sebuah cerminan keinginan kuat teman-teman rg-ug untuk berhimpun. Dalam perkembangan wacana ini bahkan sampai pada sebuah pemikiran untuk menbina sebuah otonom baru dari persatuan Islam. Begitu kuatnya hasrat ingin berhimpun ini, hingga klimaksnya pada Silaturahmi Nasional santri persis kedua di Bumi Perkemahan Kiara Payung, Sumedang 2008 lalu, muncul wacana IPP (Ikatan Pelajar Persis). Wacana ini berkembang menjadi sebuah aksi nyata ditandai dengan dideklarasikanya Majelis Presidium IPP. IPP sebagai sebuah konsep "belum jadi" bahkan telah disetujui dan di dukung penuh oleh dua tokoh utama Persis kala itu yaitu Alm. Almukaram Al Ustadz Shidiq Aminullah selaku Ketua Umum PP Persis dan Alm. Almukaram Al Ustadz Entang Muchtar ZA selaku Ketua Bidang Jamiyyah PP Persis. Pada perkembanganya (2008-2010) wacana IPP ini mengalami berbagai tantangan, hingga perlahan padam. Padamnya wacana ini jangan dianggap sebagai padamnya pula hasrat ingin berhimpun dari teman-teman rg-ug. Padamnya wacana ini adalah sebuah "kejenuhan" rg-ug dalam mewacanakan. Kejenuhan ini muncul akibat dari tidak diperhatikanya aspirasi mereka untuk berhimpun.

 

Untuk berhimpun dalam satu "Ikatan Pelajar Persis" tentunya memerlukan dukungan dari berbagai elemen masyarakat persis tanpa terkecuali. Yang nantinya, dengan IPP ini kita akan mengembalikan rg-ug dalam jalurnya. Mengkoordinasikanya menjadi wadah kader kembali. Menjadi langkah efektif untuk mewujudkan generasi Tafaqquh Fid Din. Mencetak kader-kadernya menjadi Ibadur Rahman. Yaitu kader yang beraksi untuk mengabdi, dengan rendah hati dan akhlak yang baik, berdakwah, dan memberikan solusi pada persoalan keumatan (sesuai amanah surat Al Furqan ayat 63 yang dijadikan platform rg-ug sejak 1943).

 

Jika Band Armada dalam lagunya berkata "Mau dibawa kemana?" rg-ug sebagai Armada masa depan Persis bertanya Mau dibawa keman kami ini?.
 
M. Ryan Alviana


GRAND DESIGN IKATAN PELAJAR PERSI


 

Muqoddimah

 

 "Dan orang-orang yang raasikh terhadap ilmu itu ialah orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Allah dan selalu mengingat-Nya"

 

Pelajar Persis sebagai bagian dari generasi pelanjut perjuangan Persis yang juga mempunyai tugas untuk mewujudkan kehidupan masyarakat yang berlandaskan tuntunan Al Islam secara kaffah. Hakikat perjuangan Pelajar Persis sebagai kaum muda muslim berilmu mempunyai kewajiban bergerak secara cerdas dan mengambil peran aktif dalam konstalasi dunia akademis nasional. Kemudian, membumikan tradisi keilmuan Islam yang kokoh demi terwujudnya generasi-generasi Ibadur Rahman; ilmiah kritis dan responsif adalah tugas bersama seluruh komponen pelajar Persis tanpa terkecuali. Dengan bekal keilmuan yang mumpuni, pelajar Persis harus meretorikakan diri sebagai mujahid, mujadid dan muwahid, sebagaimana amanat perjuangan Jamiyyah Persis.

Atas kesadaran itu, sebagai usaha kongkrit untuk merealisasikan cita-cita Izzul Islam Wal Muslimin. Bahwa kemudian generasi ini perlu di di-nidzomisasi dalam bentuk organisasi yang solid, efektif dan efisien. Maka dibentuklah organisasi Ikatan Pelajar Persis.

 

Visi Dan Misi

Ikatan Pelajar Persis menegaskan diri sebagai organisasi pergerakan pelajar Persis dan membentuk kader Ar Rasikhuna Fil Ilmi yang mempunyai Visi Misi:

1.    Pembentuk kader Ibnu Abbas; ulama  ummat

2.    Pembentuk kader Usamah; pemimpin ummat

3.    Pergerakan sosial yang responsif dan khidmat kepada ummat

 

Tujuan

Mencetak generasi ibadur rahman; ilmiah, kritis dan berkhidmat kepada ummat.

 

Struktur Kepemimpinan

  1. Pimpinan Pusat (tingkat nasional) IPP dipimpin oleh seorang sekjen dibantu oleh:

a.    Wakil sekjen putra

b.    Wakil sekjen putri

c.    Divisi internal

d.    Divisi eksternal

  1. Pimpinan region (tingkat kota-kabupaten) IPP dipimpin oleh sekjen

 

Keanggotaan

Kader IPP adalah;

  1. Santri yang belajar di Muallimin Persis.
  2. Siswa yang belajar di Madrasah Aliyyah Persis, Madrasah Aliyyah negri atau swasta.
  3. Siswa yang belajar di SMA dan SMK Persis, SMA dan SMK negri atau swasta.

Prakader IPP adalah;

1.    Santri yang belajar di Tsanawiyyah Persis

2.    Siswa yang belajar di Madrasah Tsanawiyyah negri atau swasta.

3.    Siswa yang belajar di SMP sederajat.

 


Trs: DAFTAR PESANTREN PERSIS INDONESIA

1. Pesantren Persatuan Islam 1-2 Kota Bandung
2. Pesantren Persatuan Islam 3 Pameungpeuk Kabupaten Bandung
3. Pesantren Persatuan Islam 4 Kabupaten Cianjur
4. Pesantren Persatuan Islam 5 Cibeber Cianjur
5. Pesantren Persatuan Islam 7 Cempakawarna- Tasikmalaya
6. Pesantren Persatuan Islam 11 Bangil (Putra)
7. Pesantren Persatuan Islam 12 Tanjung Priok Jakarta Utara
8. Pesantren Persatuan Islami 16 Cipada Ciikalongwetan
9. Pesantren Persatuan Islam 19 Bentar Kabupaten Garut
10. Pesantren Persatuan Islami 20 Ciparay Bandung
11. Pesantren Persatuan Islam 21 Baeturridlwan Kota Bandung
12. Pesantren Persatuan Islam 24 Linggar Rancaekek Kabupaten Bandung
13. Pesantren Persatuan Islam 29 Babakan Tarogong Kota Bandung
14. Pesantren Persatuan Islam 31 Banjaran Kabupaten Bandung
15. Pesantren Persatuan Islam 32 Ciawi - Tasikmalaya
16. Pesantren Persatuan Islam 34 Cibegol - Soreang Bandung
17. Pesantren Persatuan Islam 35 Bangil (Putri)
18. Pesantren Persatuan Islam 36 Plered- Purwakarta
19. Pesantren Persatuan Islam 39 Sadang Kabupaten Garut
20. Pesantren Persatuan Islam 42 Sukareik - Tasikmalaya
21. Pesantren Persatuan Islam 45 Curug Rahayu Kabupaten Bandung
22. Pesantren Persatuan Islam 50 Istiqomah Lembang Kabupaten Bandung Barat
23. Pesantren Persatuan Islam 51 Pamanukan
24. Pesantren Persatuan Islam 56 Cibitung Cianjur
25. Pesantren Persatuan Islam 60 Katapang
26. Pesantren Persatuan Islam 61 Cisurupan
27. Pesantren Persatuan Islam 67 Benda Kota Tasikmalaya
28. Pesantren Persatuan Islam 68 Sukabumi
29. Pesantren Persatuan Islam 69 Matraman Jakarta Timur
30. Pesantren Persatuan Islam 73 Samarang Kabupaten Garut
31. Pesantren Persatuan Islam 70
32. Pesantren Persatuan Islam 76 Tarogong Kabupaten Garut
33. Pesantren Persatuan Islam 80 Sindangkasih - Ciamis
34. Pesantren Persatuan Islam 81 Cibatu - Garut
35. Pesantren Persatuan Islam 84 Ciganitri Kabupaten Bandung
36. Pesantren Persatuan Islam 85 Mustika Banjar
37. Pesantren Persatuan Islam 87 Babakan Loa Kabupaten Garut
38. Pesantren Persatuan Islam 88 Melong Kota Cimahi
39. Pesantren Persatuan Islam 89 Cibuluh Bogor
40. Pesantren Persatuan Islam 90 Karang Pawitan Kabupaten Garut
41. Pesantren Persatuan Islam 91 Indihiang Kota Tasikmalaya
42. Pesantren Persatuan Islam 92 Majalengka
43. Pesantren Persatuan Islam 94 Pakenjeng Kabupaten Garut
44. Pesantren Persatuan Islam 95 Abu Hurairoh Sapeken Kabupaten Sumenep
45. Pesantren Persatuan Islam 96 Warung Peuteuy Kabupaten Garut
46. Pesantren Persatuan Islam 97 Cikajang Kabupaten Garut
47. Pesantren Persatuan Islam 99 Rancabango Kabupaten Garut
48. Pesantren Persatuan Islam 100 Banjarsari Kabupaten Ciamis
49. Pesantren Persatuan Islam 104 Rancapandan Kabupaten Garut
50. Pesantren Persatuan Islam 105 Cipageran Kota Cimahi
51. Pesantren Persatuan Islam 106 Kopo Kabupaten Bandung
52. Pesantren Persatuan Islam 108 Kabupaten Karawang
53. Pesantren Persatuan Islam 109 Kujang Cikoneng Ciamis
54. Pesantren Persatuan Islam 110 Emha Bandung
55. Pesantren Persatuan Islam 112 Bogor
56. Pesantren Persatuan Islam 113 Ancol Garut
57. Pesantren Persatuan Islam 138 Cikijing, Majalengka
58. Pesantren Persatuan Islam 158 Darul Furqon - Legonkulon
59. Pesantren Persatuan Islam 182 Rajapolah Tasikmalaya
60. Pesantren Persatuan Islam 212 Kudang - Wanaraja
61. Pesantren Persatuan Islam 220 Parakanmuncang Tanjungsari Sumedang
62. Pesantren Persatuan Islam 213 Panyingkiran – Karangpawitan
63. Pesantren Persatuan Islam 30 Cibedug
64. Pesantren Persatuan Islam 191 Cikelet Garut
65. Pesantren Persatuan Islam 160 Ciakar Leles Garut
66. Pesantren Persatuan Islam Pasir Salam Banyuresmi Garut (Lupa Nomornya)
67. Pesantren Persatuan Islam 34 Almanar Ciwidey
68. Pesantren Persatuan Islam 179 Bunijaya
69. Pesantren Persatuan Islam 165 Arjasari
70. Pesantren Persatuan Islam 23 Tanjungsari
71. Pesantren Persatuan Islam 40 Sarongge
72. Pesantren Persatuan Islam 59 Cikarang Bekasi
73. Pesantren Persatuan Islam Pagaden
74. Pesantren Persatuan Islam Pamanukan
75. Pesantren Persatuan Islam Sukarendah
76. Pesantren Persatuan Islam 224 Pangalengan Kab. Bandung
78. Pesantren Persatuan Islam 38 Padalarang Bandung Barat
79. Pesantren Persatuan Islam 62 Batujajar